Ada amalan yang pahalanya terus mengalir meski kita telah tiada, yaitu sedekah jariyah. Salah satunya dengan membantu membangun tempat belajar Al-Qur'an bagi santri yatim dan dhuafa di pelosok. Hari ini, Pak Sudirman, seorang ayah sekaligus pengemudi ojek online dengan penghasilan sekitar Rp25.000 per hari, tetap istiqamah mengajar 30 santri mengaji di rumah sederhananya yang sempit dan jauh dari kata layak. Di tempat lain, 135 santri Madrasah Al Ikhlas di Garut juga harus belajar di bangunan tua yang bocor, berdinding anyaman bambu berlubang, dan berisiko roboh saat hujan datang.

Meski kondisi bangunan sangat memprihatinkan, semangat para santri tak pernah surut. Mereka tetap duduk di lantai, bertahan di tengah panas, berpindah tempat ketika air hujan menetes dari atap, bahkan harus berwudu menggunakan genangan air karena tempat wudu telah rusak. Pak Asep hanya bisa berharap ada dermawan yang bersedia membantu mewujudkan madrasah yang aman untuk mereka. Betapa menyedihkan, anak-anak yang sedang belajar firman Allah justru harus mengaji di bangunan yang sewaktu-waktu bisa membahayakan keselamatan mereka. Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim). Allah SWT juga berfirman, "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir..." (QS. Al-Baqarah: 261).
Hari ini, #KawanKebaikan dapat menjadi bagian dari lahirnya generasi pencinta Al-Qur'an. Setiap donasi yang diberikan akan digunakan untuk pembangunan dan renovasi tempat belajar, sehingga para santri dapat mengaji dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk. InsyaAllah, setiap ayat yang mereka baca, setiap ilmu yang mereka pelajari, dan setiap amal yang lahir dari tempat ini akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir, termasuk jika diniatkan atas nama kedua orang tua tercinta. Mari alirkan jariyah terbaik hari ini dan bantu wujudkan tempat belajar yang layak bagi santri yatim dhuafa di pelosok.