Ahmad Arganta Ngobuto baru berusia 4 bulan, tetapi sudah harus menjalani perjuangan berat untuk bertahan hidup. Sejak lahir, kondisi tubuhnya terlihat tidak normal. Saat usianya menginjak 2 bulan, tulang rusuk di bagian dadanya mulai menonjol dan ia semakin sering mengalami sesak napas. Setelah diperiksa ke rumah sakit, Ahmad didiagnosis mengalami penyempitan saluran pernapasan yang membuatnya sulit bernapas. Bahkan hingga kini, setiap tarikan napas Ahmad sering mengeluarkan bunyi dan membuat tubuh kecilnya terus berjuang melawan rasa tidak nyaman.

Setiap malam menjadi waktu yang paling berat bagi kedua orang tuanya. Ahmad sering menangis, rewel, dan sulit tidur karena sesak yang datang berulang kali. Dokter menyarankan penggunaan nebulizer untuk membantu pernapasannya di rumah, namun alat tersebut belum bisa dimiliki karena keterbatasan biaya. Ayah Ahmad hanyalah pekerja serabutan dengan penghasilan sekitar Rp30.000–Rp40.000 per hari, sementara ibunya harus fokus merawat Ahmad dan kedua saudaranya di rumah. Saat kebutuhan mendesak datang, mereka hanya bisa meminjam uang kepada saudara dan tetangga untuk bertahan hidup. Di usia ketika bayi seharusnya tertidur pulas dalam pelukan ibunya, Ahmad justru sering terbangun karena kesulitan mengambil napasnya sendiri.
Melalui program ini, kami mengajak #KawanKebaikan untuk membantu perjuangan Ahmad mendapatkan pengobatan, kebutuhan perawatan, alat nebulizer, serta biaya medis yang dibutuhkan agar kondisinya dapat terus dipantau dan ditangani dengan baik. Setiap donasi yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi Ahmad untuk bernapas lebih lega dan tumbuh seperti bayi seusianya. Mari hadir untuk Ahmad dan keluarganya. Klik tombol donasi sekarang dan bantu Ahmad memperjuangkan setiap napasnya.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |