Sejak lahir, Adik Vina sudah akrab dengan rumah sakit. Ia lahir prematur saat usia kandungan 8 bulan dan harus menjalani perawatan intensif. Ketika berusia 6 bulan, Adik Vina mengalami sesak napas hebat hingga tubuhnya membiru. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosis adanya kelainan jantung bawaan berupa kebocoran pada dua sisi jantung, masing-masing berukuran 7 mm dan 5 mm, disertai penyempitan pada paru-paru. Kondisi tersebut membuat Adik Vina harus terus mendapatkan perawatan dan membutuhkan operasi bedah jantung.

Hari-hari Adik Vina kini penuh perjuangan. Ia kerap mengalami sesak napas, kejang, bahkan tak sadarkan diri hingga harus berulang kali keluar masuk rumah sakit. Di tengah kondisi itu, sang ayah hanya bekerja sebagai buruh serabutan di Pasar Burung dengan penghasilan sekitar Rp200 ribu per minggu. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja keluarga harus berjuang, sementara masih ada kebutuhan operasi dan perawatan Adik Vina yang tidak seluruhnya tertanggung BPJS. Di saat anak seusianya tumbuh dan bermain, Adik Vina harus berjuang hanya untuk bisa bernapas dan bertahan melewati hari demi hari.
Kini, harapan keluarga adalah Adik Vina bisa mendapatkan operasi dan perawatan yang ia butuhkan. Bantuan dari #KawanKebaikan dapat membantu meringankan kebutuhan pengobatan, operasi, serta kebutuhan penunjang selama Adik Vina menjalani perawatan. Jangan biarkan keterbatasan biaya menghentikan perjuangan Adik Vina. Yuk, #KawanKebaikan, sisihkan sebagian rezeki dan bantu Adik Vina mendapatkan kesempatan untuk terus bertumbuh bersama keluarganya.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |