Di usia 71 tahun, Mbah Tuminem masih harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer setiap pagi untuk menjajakan tempe di pasar. Dengan tubuh yang semakin renta dan napas yang mulai tersengal, ia tetap berusaha mencari nafkah agar bisa makan setiap hari. Mbah Tuminem hidup sebatang kara, tanpa suami, anak, maupun kerabat yang mendampinginya. Sepulang berjualan, ia hanya bisa beristirahat di sebuah gubuk sederhana dengan dinding anyaman bambu dan atap seng yang sudah lapuk.
Kehidupan Mbah Tuminem semakin berat karena rumahnya tidak memiliki fasilitas yang layak. Kamar mandinya hanya dibatasi kain seadanya tanpa atap, sementara sumber air bersih pun tidak tersedia. Ia harus menunggu pasokan air bergilir dari desa yang datang setiap tiga hari sekali. Jika air tidak datang, Mbah Tuminem terpaksa menghemat sisa air atau meminta bantuan tetangga. Di saat orang seusianya berharap bisa beristirahat dengan tenang, Mbah Tuminem justru masih harus berjalan jauh demi sesuap nasi, lalu pulang ke rumah yang bahkan belum mampu memberinya kenyamanan dan air bersih.
Kini, Mbah Tuminem membutuhkan uluran tangan untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, akses air bersih, serta bantuan kebutuhan sehari-hari. Dukungan dari #KawanKebaikan dapat membantu meringankan perjuangannya agar ia tidak terus menghabiskan masa tua dalam keterbatasan. Jangan biarkan Mbah Tuminem terus berjuang sendirian di usia senja. Yuk, #KawanKebaikan, donasi sekarang dan bantu hadirkan kehidupan yang lebih aman, nyaman, dan layak untuk Mbah Tuminem!
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |